Thursday, October 19, 2017
   
TEXT_SIZE

Maba Unpand Harus Bebas Radikalisme

-Semarangpkopertis6.or.id - Ratusan mahasiswa baru (maba) Universitas Pandanaran (Unpand) kemarin mulai masuk dan dibekali pendidikan anti radikalisme, serta wawasan kebangsaan.

Menurut rektor Unpand, Djoko Saryono, pembekalan ini dilakukan agar  maba Unpand dari sejak masuk hingga lulus nanti, harus benar bersih dari radikalisme. Hal tersebut disampaikan  saat memberi motivasi kepada maba Unpand di acara “Pekan Pengenalan Kehidupan Kampus” di Kampus Tembalang, dihadiri Ketua Yayasan Abdi Masyarakat (YAM) Dra Harini Krisniati MM, Assesor Tim Penilai BAN PT Prof Dr Taslim Ersam dan Prof Dr Mustofa Kamil,   bersalngsung pada Sabtu, 16 September 2017.           

Djoko menegaskan, saat ini Unpand telah melakuan  kerjasama dengan Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro yang nantinya  akan membantu pengenalan maba di kampus. “Kita mendukung mereka, kampus dilarang ada kekerasan dan pemikiran radikalisme. Maba Unpand jangan sampai ada yang terlibat radikalisme. Kami juga ingin Anda jadi entrepreneur kalau bisa,” tegasnya.           

Dikatakan, Unpand salah satu kampus di Kota Semarang yang diperhitungkan, dan dukungan ini menguat karena Pemkot Semarang juga sudah mengetahui. “Bersama pemkot Unpand bekerjasama soal ideologi negara dan semua harus bersinergi,” katanya.          

Ketua YAM Drs Harini Krisniati MM menambahkan, dirinya kebetulan dahulu pensiunan dari pegawai negeri, kini siap melaju mengembangkan kampus ini. Maba angkatan ke-21 ini juga kedepan harus menjadi lulusan yang siap kerja, jangan jadi pengangguran. “Belajarlah yang baik, agar menjadi generasi bangsa yang baik,” tandasnya.           

Prof Taslim  mengapresiasi Kampus Unpand setelah datang melihat keberadaan kampus ini. “Pesan saya, semua civitas dan yayasan harus kompak,” ujarnya. 

COMMUNITY