Monday, December 11, 2017
   
TEXT_SIZE

Sejarah Kopertis

Sejarah perkembangan Kopertis dimulai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1/PK/1968 tanggal 17 Februari 1968 yang berlaku surut mulai tanggal 10 Oktober 1967 berdasarkan keputusan tsb diatas dibentuk Koordinator Perguruan Tinggi ( KOPERTI ) yang mempunyai fungsi sebagai aparatur konsultatif dengan Kepala Kantor Perwakilan Pendidikan dan Kebudayaan setempat

Pada  tahun 1967 dibentuk 7 KOPERTI di seluruh  Indonesia terdiri dari :

NO.

K O P E R T I

WILAYAH

1.

Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah 1

Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Riau

2.

Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah II

Jakarta Raya, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu dan Kalimantan Barat;

3.

Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah III

Jawa Barat

4.

Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah IV

Istimewa Yogyakarta, Surakarta dan Kedu

5.

Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah V

Keresidenan Pati, Semarang, Pekalongan dan Banyumas

6.

Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah VI

Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa  Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

7.

Koordinator Perguruan Tinggi Wilayah VII

Propinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku dan Irian Jaya

Sehubungan dengan makin bertambahnya pendirian perguruan tinggi terutama Perguruan Tinggi Swasta di Wilayah, maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Keputusan  Nomor 079/O/1975 tanggal 17 April 1975 yang intinya membatasi ruang lingkup kerja Koordinator Perguruan Tinggi,  khususnya untuk memberikan pelayanan kepada  Perguruan Tinggi Swasta maka Koordinator Perguruan Tinggi ( KOPERTI) di rubah menjadi Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS).

Namun demikian, walaupun pengelolaan yang dilakukan oleh Kopertis khususnya untuk Perguruan Tinggi Swasta,  dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari hubungan kerja dengan Perguruan Tinggi Negeri ( PTN ) karena dalam beberapa hal terdapat kerjasama yang sangat penting, misalnya dalam pembentukan  Panitia Ujian Negara bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta.

Dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan di bidang pengelolaan Perguruan Tinggi Swasta , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan surat keputusan  Nomor : 062/O/1982 dan Nomor 0135/O/1990 tanggal 15 Maret 1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Koordinator Perguruan Tinggi Swasta yang didalamnya selain mengatur susunan organisasi dan tata kerja Kopertis juga merubah Wilayah kerja dari 7 Wilayah  menjadi 12 Wilayah  terdiri dari :

NO.

K O P E R T I S

WILAYAH

1.

Koordinator Perguruan Tinggi  Swasta Wilayah I di Medan

Sumatra Utara dan daerah Istimewa Aceh

2.