Sunday, November 18, 2018
   
TEXT_SIZE

PROFESIONAL DAN MANDIRI DENGAN UNGGULAN KEBIDANAN KOMUNIKTAS

Meski baru meluluskan ke-2, Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan telah memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Walikota Pekalongan H.M. Basyir Achmad ketika memberikan sambutan pada wisuda ke-2 yang berlangsung (13/10) di gedung PPIP Pekalongan. Kebanggaan tersebut karena lembaga pendidikan tinggi ini telah mendirikan sebuah klinik yang letaknya jauh di pelosok desa yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat. Disinilah sebetulnya arti sebenarnya peran perguruan tinggi dalam pembangunan, khususnya pembangunan bidang kesehatan. 

            Basyir Achmad selanjutnya mengharapkan, sesuai perkembangan nanti setelah moratorium pembukaan program studi berakhir 2014, dapat mangajukan usulan perubahan bentuk lembaga pendidikan tinggi ini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES). Terkait dengan hal tersebut, menurut Walikota, untuk Program Studi Ilmu Farmasi sangat dibutuhkan dan memiliki prospek yang baik untuk kota Pekalongan. untuk itu diminta agar komponen-komponen yang diperlukan agar  dipersiapan mulai sekarang.

            Sementara itu Direktur Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan, dr. Sri Nurdijah Kasbolah dalam sambutanya mengatakan, ke 73 wisudawan yang telah dikukuhkan sebagai Ahli Madya Kebidanan pada wisuda ke-2 ini sebelumnya telah melewati beberapa tahap yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan serta sikap. Selanjutnya diharapkan nanti setelah bertugas di tengah-tengah masyarakat dapat memegang teguh sumpah dan janji profesi, senantiasa berupaya meningkatkan keilmuan dan menghindari sikap angkuh karena pada akhirnya masyarakat yang akan menguji dan menilai pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh para wisudawan.

            Terkait dengan proses pembelajaran  yang berlangsung di Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan dikatakan, bahwa kurikulum yang diterapkan merupakalan perimbangan antara teori dan praktik. Disamping ada kurikulum baku  juga dilengkapi program pendukung yang meliputi Bahasa Inggris, Ilmu Komputer, Emergency Obstetric Maternal  dan neonatal, serta praktik Kebidanan Komunitas. Dasar pengetahuan yang diberikan dalam program pendidikan diharapkan akan menjadi landasan pengembangan kemampuan lulusan Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan.

            Di tempat yang sama Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dalam sambutannya diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Drs, Teguh Supratikto, M.Si mengatakan,  pada saat ini proses kinerja Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan telah berbasis pada Sistem Manjemen Mutu ISO, dengan mengedepankan pelayanan prima sebagai ujung tombak. Penerapan sistem ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik seiring dengan diraihnya sertifikat ISO 9001:2008 oleh Kantor Kopertis Wilayah VI, khsusunya pada scope kegiatan Pengusulan Jabatan Fungsional Akademi dan Perpanjangan Ulang Ijin Penyelenggaraan Program Studi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Kopertis VI secara optimal akan melakukan apapun yang terbaik untuk kepentingan PTS di Jawa Tengah.

Prosesi Wisuda Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan ke-2 selain dihadiri Walikota Pekalongan, juga hadir pejabat yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. Dari sejumlah 73 wisudawan terpilih 3 (Tiga) wisudawan berprestasi terbaik. Terbaik I Ni’ma Raudlotul Jannah dengan IPK 3,66. Tebaik II Heni Maghfiroh IPK 3,59 dan disusul terbaik III Dewi Masitah dengan IPK 3,57.   

COMMUNITY

Materi Pelatihan