Wednesday, April 08, 2020
   
TEXT_SIZE

Dr. Muhdi Kembali Menjabat Sebagai Rektor UPGRIS

Semarang-kopertis6.or.id – Ketua YPLP Perguruan Tinggi PGRI Semarang Dr. Sudharta, MA melantik Dr. Muhdi,SH,M.Hum sebagai rektor Universitas PGRI Semarang untuk masa jabatan 2018-2022. Acara yang berlangsung di kampus setempat, Senin, 30 April 2018 tersebut mendapat apresiasi dari Koordinator Kopertis VI Prof.Dr.H. DYP. Sugiharto saat menyampaikan sambutan.

“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yayasan YPLP Perguruan Tinggi (PT) PGRI Semarang yang telah melaksanakan salah satu kewenangan utamanya, yaitu melakukan pemilihan, penetapan sampai dengan hari ini dilakukan pelantikan yang berjalan dengan baik dan kondusif. Proses suksesi ini dibeberapa tempat acapkali menjadi potensi munculnya masalah-masalah yang menganggu tridharma perguruan tinggi.” kata Koordinator

Pada kesempatan tersebut Prof.Dr.H.DYP Sugiharto menyampaikan dua hal yang terkait dengan penguatan tata kelola pada tiga aspek,  meliputi transparansi, akuntabilitas, dan penjaminan mutu, serta kemauan untuk berani melakukan pendobrakan gaya kepemimpinan dalam menghadapi era kompetisi.

“Hari ini telah terjadi pergeseran kompetisi perguruan tinggi. Mulai tahun depan, perguruan tinggi dikatakan hebat bilamana memiliki banyak program onlinenya, serta perguruan tinggi yang lebih dulu memiliki mahasiswa melalui pendidikan jarak jauh.” ungkapnya

Menurutnya,  pada 2019 nanti keberadaan perguruan tinggi dikatakan hebat bukan dari kepemilikan fasilitas gedung dan fisik, akan tetapi lebih pada penguatan teknologi informasi yang akan menjadi penentu kemenangan kompetisi.

“Dinamika masa depan dengan berbagai terminology sebutan seperti revolusi industri, four poin zero,distrupsi inovasi atau yang populer dengan sebutan era jaman now, telah mengubah tatanan dan peta persaingan perguruan tinggi. Fenomena yang mengemuka adalah adanya perubahan yang sifatnya radikal dan sangat cepat, sulit diprediksi, semakin kompleks dan multi taksir.” jelasnya

Menghadapi dinamika tersebut, Koordinator menitipkan tiga kata sakti sebagai senjata bagi rektor UPGRIS, yaitu kreativitas, berani dan melompat. “Untuk menang harus berani melompat.” tegasnya

Diakhir sambutan Prof.Dr.H.DYP Sugiharto memberikan tantangan kepada rektor UPGRIS terkait dengan aplikasi program Penomoran Ijazah Nasional (PIN) bagi lulusan yang akan diwisuda pada 7 Mei 2018 mendatang.

Menanggapi tantangan tersebut, rektor UPGRIS Dr. Muhdi, SH,MH menyatakan kesiapannya.”Saya pastikan bahwa lulusan yang akan diwisuda nanti sudah terintegrasi dengan PIN.” jawabnya meyakinkan.

 

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan