Wednesday, April 08, 2020
   
TEXT_SIZE

Dua Dosen Unissula Dikukuhkan Sebagai Profesor

Semarang-kopertis6.or.id -  Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengukuhkan dua Profesor baru, yakni Prof Dr Ibnu Khajar untuk bidang Ilmu Manajemen  pada Fakultas Ekonomi (FE), dan Prof Dr dr Taufiqurrachman MKes SpAnd untuk bidang Ilmu Kedokteran, pada Fakultas Kedokteran, Jumat (10/11), bertempat di kampus Jalan Kaligawe.

Pengukuhan guru besar ini berlangsung dalam rapat senat terbuka yang dipimpin Rektor Anis Malik Thoha Lc MA PhD. Dengan bertambahnya dua Profesor baru, maka Unissula saat ini memiliki 10 dosen dalam  jabatan fungsional Profesor.  

Rektor berharap,  bertambahnya jumlah Profesor di institusinya, semoga dapat menularkan virus kebaikan bagi dosen yang lain  untuk segera mengusulkan dan melengkapi persyaratannya. ''Di satu sisi, bermanfaat dalam keilmuannya. Sebagai perguruan tinggi Islam yang kita harapkan adalah bagaimana dapat  melakukan  inovasi-inovasi  produk dan  teknologi yang Islami,'' jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Khajar membacakan pidato ilmiahnya bertajuk Model privatisasi BUMN dalam prespektif Islam di Indonesia. Sedangkan Taufiqurrachman mengusung tema Strategi meingkatkan kualitas hidup pupulasi usia lanjut dalam rangka membangun bonus demografi kedua.

Ibnu Khajar mengatakan, model privatisasi BUMN yang Islami salah satunya dapat diwujudkan dengan mengikuti sistem perekonomian di era Nabi Muhammad, yakni saat awal di Mekah dan di saat Nabi hijrah ke Madinah. Di mana negara ikut terlibat dalam perekonomian seperti prkatik pelarangan riba dalam berbisnis. ''Pemerintah juga harus bertanggungjawab pada rakyat yang termarginalkan secara ekonomi,'' tegasnya.

Sementara itu, Taufiqurrachman sebagai ahli andrologi ini  memaparkan, rata-rata orang meninggal di negara berkembang adalah usia 65 tahun. Sedangkan di negara maju, di atas 75 tahun. ''Banyak usia lanjut yang sisa hidupnya disertai dengan kecacatan dan ketidakmampuan akibat penyakit degeneratif,'' jelasnya.

Penuaan  25 persen dipengaruhi genetik. Sedangkan 75 persen, disebabkan faktor lingkungan internal dan eksternal.  Oleh karenanya, agar umur panjang, sangat dipengaruhi oleh gaya hidup, asupan makanan dan olahraga.

Hadir dalam kesempatan ini, Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Prof DYP Sugiharto, Direktur Karier Kualifikasi SDM, Ditjen Sumber Daya, Kemenristekdikti Dr Bunyamin Maftuh, Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Hasan Thoha Putra, para wakil rektor, anngota senat dosen dan civitas akademika, serta dari perguruan tinggi lain.

  

COMMUNITY

Materi Pelatihan