Wednesday, April 01, 2020
   
TEXT_SIZE

Jangan Biarkan Kota Lama Terlalu “Lama Tidur”



Semarang-kopertist6.or.id - Masyarakat  Kota Semarang selama ini dikenal sangat peduli terhadap pelestarian bangunan bersejarah peninggalan jaman Belanda, khususnya di Kota Lama. Sehingga, jangan sampai Kota Lama seperti putri yang sedang “tidur” tanpa menghidupkan lingkungan sekitar.

“Saya melihat dan meneliti kawasan tersebut masih seperti putri yang sedang “tidur” alias sepi. Perlu ada “pangeran” yang membangunkannya, yakni dengan membuat kehidupan kafe-kafe atau kuliner yang merakyat di sekitarnya biar ramai,” ungkap Nguyen Huy Van, dosen dan peneliti dari Ho Chi Minh City University of Architecture Vietnam di Seminar Internasional “Urban Heritage and Sustainable Infrastructure Development” di Kampus Untag Bendhan Dhuwur, baru-baru ini

Seminar  dihadiri Rektor Untag Semarang, Dr. Suparno, MSi, Dirjen Kemendikbud RI  Hilmar Farid, dan para peserta perwakilan dari delapan negara di Asean dan Eropa. Kegiatan tersebut juga untuk mengungkap penelitian dari Untag bekerjasama dengan LPKJ Provinsi Jateng.

Nguyen menegaskan,  Kota Lama harus dihidupkan dan jangan hanya diteliti masalah bangunan kuno saja. “Selama ini, banyak peneliti hanya fokus melestarikan bangunan tanpa menghidupkan lingkungan sekitar,” katanya.

Nikhil Joshi dari arsitektur National University of Singapura juga sependapat, untuk menghidupkan Kota Lama, pemerintah setempat  harus memberikan ruang kepada generasi muda dan masyarakat kecil. “Buatlah pusat jajanan atau kuliner di sekitar Kota Lama, dan jangan sampai dikuasai investor,” pesannya.

Dirjen Kemendikbud RI, Hilman Farid juga membenarkan, menggagas Kota Lama perlu melibatkan pakar dan peneliti asing. “Seperti ini mereka didatangkan duduk bersama sehingga sangat menarik,” ucapnya. Seminar juga mengundang peneliti Founding Member of Planner use Foundation Belanda, Steve Buijs.

COMMUNITY

Materi Pelatihan