Wednesday, April 08, 2020
   
TEXT_SIZE

Meneliti Inflasi di era Globalisasi, Nawatmi Raih Doktor

Semarang-kopertis6.or.id - Sri Nawatmi,SE.M.Si,  dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Stikubank (Unisbank)  Semarang, mampu mempertahankan hasil penelitian di hadapan 8 penguji Program Doktor ilmu ekonomi Universitas Diponegoro (Undip)  Semarang.

Perempuan yang lahir pada tahun 1967 silam ini mengampu mata kuliah Ekonomi Makro dan perbankan syariah. Adapun  disertasinya yang dilakukan diberi judul Inflasi Indonesia di era globalisasi, antara perspektif Country dan Global Centric.

Dalam ujian terbuka program doktor ekonomi yang berlangsung pada 19 Agustus 2016a tersebut,  Nawatmi mempresentasikan hasil penelitianya dihadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Fx. Sugiyanto, MS., Dr. Dwisetia Poerwono, MSc., Dr. Nugroho Sumarjianto BM, MSi., dan Dr. I Gede Made Sadguna, SE., MBA.

Menurutnya, penelitian dilakukan pada periode 1991-20014 dengan menggunakan Error Correction Model (ECM). Data yang ada dipecah menjadi tiga periode berdasarkan kondisi ekonomi Indonesia dengan menggunakan Chow test. Periode pertama adalah periode krisis 1998 dan sebelumnya (1991-1998), periode kedua adalah periode sesudah krisis 1998 (1991-2008) dan periode ketiga adalah periode sesudah krisis 2008 (2008-2014).

“Dalam penelitian yang saya lakukan, hasil estimasi menunjukkan,  pada jangka pendek dan jangka panjang ada pengaruh yang signifikan dari output gap domestik terhadap inflasi pada periode krisis 1998 dan sebelum krisis serta periode sesudah krisis1998. Akan tetapi, sensitivitas inflasi terhadap output gap domestik mengalami penurunan.” papar Nawatmi.

Dia menjelaskan,  pada periode sesudah krisis 2008, output gap domestik menjadi tidak signifikan. Sedangkan output gap dunia pada jangka pendek dan jangka panjang tidak signifikan pada periode krisis 1998 dan sebelum krisis.

Namun demikian,  lanjut Nawatmi, pada periode sesudah krisis 1998 dan sesudah krisis 2008 pada jangka panjang, variabel output gap luar negeri menjadi signifikan. Dengan demikian, pada periode sesudah krisis 2008, hanya variabel output gap dunia yang signifikan  terhadap inflasi di Indonesia, sedangkan output gap domestik tidak signifikan.

“Hal tersebut menunjukkan,  Indonesia cenderung globe-centric. Pengaruh global hanya terjadi pada jangka panjang, sehingga Bank Indonesia masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan inflasi pada jangka pendek.” tandasnya.

Rektor Unisbank Semarang, Dr.H.Hasan Abdul Rozak,SH,CN,MM memberikan apresiasi terhadap kelulusan salah satu dosen terbaik Unisbank ini. “Semoga keilmuannya mampu menambah kualitas pendidikan di kampus kita,”  harapnya.

COMMUNITY

Materi Pelatihan