Monday, April 06, 2020
   
TEXT_SIZE

SUMPAH PROFESI MAHASISWA STIKES PKU MUHAMMADIYAH


Surakarta-kopertis6.or.id - Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan Ucap janji Profesi dan Penyematan Lencana 121 Mahasiswa yang terdiri dari 97 mahasiswa program D III Keperawatan dan 34 mahasiswa program D III Kebidanan di Gedung Rektorat pada Sabtu, (23/4). Penyematan lencana Mahasiswa di lakukan oleh Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weny Hastuti S.Kep., M.Kes.

Pada acara yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester II dari kedua prodi tersebut tersebut,  juga diberikan penghargaan kepada Mahasiswa berprestasi dari Prodi D III Keperawatan, D III Kebidanan dan S1 Ilmu Gizi. Penghargaan berupa Piagam dari Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Beasiswa dari Bank Muammalat, dan Bank Jateng Syariah

Ketua panitia, Wijayanti, SST, M. Kes, menyampaikan bahwa Ucap Janji dilaksanakan dengan tujuan menyiapkan mahasiswa mengucapkan janji profesi dan siap bertanggung jawab  dan bertangunggugat dalam memberikan pelayanan keperawatan dan kebidanan kepada pasien, klien keluarga dan masyarakat sesuai dengan kode etik tanpa membedakan golongan agama pangkat dan jabatan.

“Pengambilan sumpah ini sebagai langkah awal sebelum mahasiswa semester II kita terjunkan dalam tatanan pelayanan nyata di dunia kerja, sebagai sarana pembelajaran sekaligus transformasi untuk membentuk perawat dan bidan yang professional dan islami.” Lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, selama proses pembelajaran di kampus, cara berfikir mahasiswa lebih didominasi oleh otak kiri yang lebih menekankan fungsi-fungsi logika, analitis, serta teori dan konseptual, sementara di dunia kerja justru lebih membutuhkan kreatifitas, fleksibilitas dan inovasi yang lebih menekankan kontekstualitas.

“Era masa depan adalah era otak kanan yang ditandai dengan dua hal yaitu disamping High concept yang merupakan komponen hard skill, namun juga harus high touch yang sarat dengan muatan soft skill, oleh karena itu, momentum praktik Klinik Keperawatan dan Kebidanan bagi mahasiswa dapat dijadikan sebagai sarana transformasi diri dari yang biasanya kaku menadi lebih fleksibel, dari yang biasanya tekstual menjadi lebih kontekstual,” pungkasnya.

COMMUNITY

Materi Pelatihan