Friday, April 03, 2020
   
TEXT_SIZE

Akademi Entrepreneurship Terang Bangsa Dapat Kunjungan HIPMI Semarang

Semarang-kopertis6.or. id- Bermula dari rasa penarasaran dan keingintahuan, Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia  (HIPMI) Kota Semarang dan Badan Otonomi HIPMI Perguruan Tinggi (PT) se Kota Semarang melakukan kunjungan ke Akademi Entrepreneurship Terang Bangsa Semarang untuk melakukan studi banding.

Perwakilan HIPMI, Eko Setyowati menyampaikan, kedatangannya ke institusi ini untuk “ngangsu kaweruh” dan berbagi pengalaman agar kami dapat mengetahui lebih jauh sistem pembelajaran yang diaplikasikan oleh Akademi Entrepreneurship Terang Bangsa Semarang. Untuk itu kami membawa rombongan sekitar 45 orang untuk acara studi banding ini.

“Saya sendiri baru mendengar jika di Semarang ada PT penyelenggara progdi Entrepreneurship. Ini luar biasa, karena hanya satu-satunya di Jateng. Konon yang kami dengar mahasiswa di sini tidak akan dinyatakan lulus jika belum memiliki usaha.” kata Eko.

Terhadap apa yang disampaikan perwakilan HIPMI, Direktur  Akademi Entrepreneurship Terang Bangsa Semarang, Drs. Martinus Philipus Kermite, MM mengatakan benar, karena sejak institusi ini lahir  memiliki cita-cita dapat menghasilkan lulusan untuk menjadi pengusaha. Ini tidak mustahil, karena semua dosen di tempat kami semua adalah pengusaha. Sebenarnya ijazah bagi kami dapat diibaratkan sebatas formalitas, karena mereka kita didik untuk mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Itu sudah terbukti, banyak lulusan kami yang kini sukses di bidang bisnis, ada yang sukses di bidang kuliner, bisnis rental mobil mewah, produksi tas.” terangnya sambil menunjuk yang bersangkutan yang sengaja dihadirkan disitu untuk berbagi pengalaman.

Ketua Yayasan Mitra Cipta Bagi Persada, Budiono Lenggono, ST menjelaskan, keberadaan generasi muda yang menekuni wirausaha hendaknya memberi warna yang berbeda bagi kota Semarang, yakni dapat menularkan virus kebaikan, hilangkan persaingan tidak sehat, serta memiliki hati dan berjiwa besar untuk mau belajar.

“Saya harapkan saudara dapat memberikan kontribusi nyata di Kota Semarang dengan mampu membawa perubahan kearah kebaikan.  Jadilah pengusaha yang memiliki kredibilitas, dan jangan jadi pengusaha “ecek-ecek.” himbaunya.

Studi banding diawali dengan pertemuan sekitar satu jam dengan diisi tanya jawab.

COMMUNITY

Materi Pelatihan