Monday, April 06, 2020
   
TEXT_SIZE

Krim Cengkeh Clovia Hantar Amin dkk Raih PMW 2015

Semarang-kopertis6.or.id – Desa Kali Bendo, Salaman, Magelang penghasil cengkih, sehingga banyak berdiri pabrik minyak cengkih. Namun, pada proses produksinya mengalami hambatan terhadap mahalnya harga cengkih mentah, menjadikan kegiatan pengolahan cengkih mentah menjadi minyak cengkih perkembangannya lamban. Cengkih umumnya dijual dalam bentuk basah maupun kering, harganya dalam kisaran Rp.35.000 hingga Rp.150.000.

Mengatasi hal tersebut, petani manfaatkan daun dan batang cengkih sebagai bahan baku pembuatan minyak yang sering digunakan untuk minyak oles. Ternyata minyak cengkih dapat digunakan sebagai pelembab yang mencerahkan kulit. Cengkih tidak hanya sebagai bahan rokok dan obat herbal, karena cengkih kering di dalamnya  terkandung vitamin A, B1 dan C, serta mengandung energi, protein, karbonhidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi.

Karena berbentuk cair, maka setelah dipakai terasa licin di tangan. Menghindari hal tersebut, minyak cengkih diproduksi dalam bentuk padat melalui proses hidrogenisasi. Produk akan menjadi krim yang memudahkan atau memberikan kenyamanan bagi pemakai.

Terpacu akan hal inilah empat mahasiswa semeseter II Progdi Teknik Informatika Fakultas Teknik UM Magelang yang terdiri dari Amin Ningsih, Dewi Ratna, Wahyu Prehastuti, Widiyanti mengajukan proposal Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diadakan Kopertis VI 2015. Proposal berjudul “Clovia, Krim Cengkih untuk Kecantikan” berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan 7,2 juta rupiah.

Amin mengatakan, proposalnya telah dipresentasikan dihadapan tim penilai yang dilakukan di Kopertis pada 5 Juni lalu. “Merk Clovia diambil dari kata clove yang berarti cengkih. Adapun Clovia merupakan produk olahan cengkih berupa krim yang digunakan sebagai pelembab wajah.

“Proses produksi tersebut melalui beberapa tahapan. Tahap pertama air sebanyak 5-10 liter dimasukkan ke dalam ketel uap atau alat destilasi. Selanjutnya, cengkeh kering dimasukkan ke dalam ketel uap yang ditutup dan ditaruh di atas kompor yang telah dipasang pendingin melalui air yang dialirkan” paparnya.

Lebih lanjut Amin menjelaskan, pada saat itulah proses destilasi berlangsung hingga terbentuk cairan minyak dan air. Proses berikutnya yang diambil hanya minyaknya dan diukur, kemudian dimasukkan dalam wadah besar. Tahap akhir, pada wadah besar dimasukkan hydrogen hingga berbentuk krim.

Pada proses produksi, krim dikemas dalam wadah khusus berukuran 30 ml, lalu diberi label Clovia, dan diuji di laboratorium Farmasi Fikes UM Magelang sebelum dipasarkan.

COMMUNITY

Materi Pelatihan