Saturday, June 06, 2020
   
TEXT_SIZE

Weni Hastuti Dilantik Ketua HPTS Kes Jateng

Solo–kopertis6.or.id - Ketua STIKES PKU Muhammadiyah Solo, Weni Hastuti, SKep MKes dilantik sebagai Ketua Himpunan Perguruan Tinggi Swasta bidang Kesehatan (HPTS Kes) Wilayah Jateng oleh Ketua Umum Pengurus Pusat HPTS Kes Budi Jatmiko, di Solo, Jumat (12/6).

Pelantikan disaksikan oleh Kopertis Wilayah VI Jateng, Prof DYP Sugiharto selaku Koordinator, Kepala Dinas Kesehatan Pusat dr Siti Wahyuningsih, dan pengelola perguruan tinggi swasta bidang kesehatan se-Jateng.

Pelantikan  kepengurusan HPTS  Kes Propinsi Jawa Tengah ini sekaligus dikemas dalam satu acara, yakni  Seminar Nasional Penguatan peran dan fungsi Perguruan Tinggi melalui Kerjasama Internasional, penandatanganan MoU dan MoA Perguruan Tinggi Kesehatan se Indonesia dengan SEAMOLEC, Sosialisasi LAM-HPTSKes oleh Ketua Umum HPTSKes, dihadiri 100 Perguruan Tinggi Swasta Kesehatan dari seluruh wilayah Propinsi Jawa Tengah dan 50  PTS Kesehatan se Indonesia.

Pelantikan tersebut dengan susunan kepengurusan inti HPTS Kes Propinsi Jawa Tengah, Ketua Umum Weni Hastuti, S. Kep., M. Kes., Wakil Ketua I dijabat oleh Ferry Agusman, SKM.,M.Kep.,Sp.Kom, Bendahara Mulyanlngslh, S.Kep.,Ns.,M. Kes, dan Sekretaris C.E.Dhurhania,SJa rm.,M .Sc.

Weni menyampaikan, HPTS Kes bukanlah sekadar perhimpunan  atau perkumpulan perguruan tinggi   swasta (PTS) kesehatan semata, tapi HPTS Kes lahir untuk menjawab  keresahan PTS Kesehatan yang sebagian besar merupakan  lembaga dengan satu atau dua prodi saja yang cenderung menjadi  korban kebijakan yang kurang  berpihak.

Disaat muncul  beberapa kebijakan yang dirasa kurang berpihak  pada PTS Kes, beberapa asosiasi ataupun  perhimpunan  yang telah ada seolah diam dan tidak bisa menyuarakan  keresahan PTS Kesehatan tersebut. Maka, disaat itulah HPTS Kes tampil  untuk  mem perjuangkan  PTS  kesehatan yang seringkali dalam posisi yang lemah.” "Saat ini HPTS Kes sudah memiliki beberapa  agenda yang akan segera diperjuangkan.  diantara yang paling mendesak adalah tentang pembentukan  lembaga  Akreditasi Mandiri  (LAM) untuk  Perguruan Tinggi Swasta Kesehatan serta UJian kompetensi"   tandasnya.

Salah satu tantangan HPTS Kes Jateng, lanjut Weni,  adalah meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta bidang Kesehatan se Jateng.  “Kedepan harus mampu bersaing dengan perguruan tinggi luar negeri, terutama dalam hal kualitas lulusan.” ujarnya.

Jangan Terlambat Akreditasi Ulang

Kepada awak media Koodinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto memberikan statmen, yakni berupa pengingatan kepada penyelenggara PTS untuk melakukan usulan akreditasi ulang sekiranya ada progdi yang  mendekati habis masa berlaku.  “ Akibat terlambat untuk akreditasi ulang, ratusan program studi (prodi) di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tidak dapat meluluskan mahasiswanya. PTS di Jateng ada sebanyak 139 progdi. Namun demikian, jumlah tersebut terhitung tidak banyak dibanding dengan total jumlah keseluruhan 1138 progdi.” Jelasnya.

Koordinator menegaskan, tidak bisa meluluskan mahasiswa adalah bentuk sanksi tegas dari BAN-PT atas keterlambatan atau lalai dalam akreditasi ulang.

COMMUNITY

Materi Pelatihan