Thursday, April 02, 2020
   
TEXT_SIZE

Rencana Buka Tujuh Progdi Baru, Stikes Ngudi Waluyo Berniat Menjadi Universitas

Ungaran-kopertis6.or.id – Sebagai perguruan tinggi (PT) legal dan bermandat, pendidikan Ngudi Waluyo memiliki hak yang sama dengan PT lain untuk melakukan penambahan progdi sebagai salah satu persayaratan merubah bentuk menjadi universitas.

“Pada prinsipnya Kopertis memberikan apresiasi dan dukungan bagi PTS di Jateng yang berkeinginan maju dan berkembang, baik melalui penambahan progdi maupun perubahan bentuk institusi, tanpa kecuali bagi Stikes Ngudi Waluyo apabila sekiranya berniat menjadi universitas.”

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabag Umum, Hendradi Sulistyawan pada acara Ucap Janji dan Pemasangan Kap Profesi bersama mahasiswa Akbid Kebidanan, progdi DIII dan DIV Kebidanan Stikes Ngudi Waluyo, kemarin siang (27/1).

Terhadap apa yang disampaikan Prof. DYP, Ketua Stikes Ngudi Waluyo, Asaat Pitoyo mengatakan, lembaganya berniat mengubah bentuk menjadi universitas dengan menambah tujuah program studi jenjang program S1.

“Progdi baru yang akan kami buka antara lain progdi Hukum, Akuntansi, Bahasa Jepang dan Indonesia, PGSD dan PGTK.” jelas Pitoyo.

Penyelenggaraan progdi baru ini, lanjut Pitoyo,  untuk calon tenaga pengajarnya tidak ada masalah, karena ada dari beberapa orang Profesor di Unnes yang siap membantu mencarikan dosen yang dibutuhkan sesuai dengan bidang ilmu (linier).

“Karena dari pihak yang membantu sudah komitmen, maka terhadap penyediaan calon dosen ini dapat dikatakan bukan lagi kendala. “  tandasnya.

Ia menambahkan, khusus untuk progdi bahasa Jepang akan dibantu dari UNAS, karena institusi tersebut merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang menyelenggarakan progdi bahasa Jepang untuk jenjang program S2.

Terkait dengan penyelenggaraan ucap janji dan pemasangan kap profesi, Direktur Akbid Ngudi Waluyo, Rini Susanti dalam laporannya menyampaikan, mahasiswa yang mengikuti acara ini sebanyak 146 orang dengan rincian 52 mahasiswa dari Akademi Kebidanan, 64 mahasiswa dari progdi D3 Kebidanan, 30 mahasiswa dari progdi DIV Kebidanan.

“Dengan melaksanakan ucap janji dan pemasangan kap profesi, secara resmi mahasiswa dapat melaksanakan praktek klinik keperawatan dan kebidanan di lahan praktek,” tutur Rini.

COMMUNITY

Materi Pelatihan