Thursday, November 14, 2019
   
TEXT_SIZE

Pendidikan Vokasi Dongkrak Daya Saing Bangsa

 

Bendan Dhuwur-lldikti6.ristekdikti.or.idBagi penyelenggara pendidikan bidang vokasi diharapkan  ke depan betul-betul dapat menyiapkan tenaga kerja professional. Untuk  memenuhi ketentuan tersebut, persyaratan yang dibutuhkan adalah sertifikat kompetensi.

“Dengan kepemilikan sertifikat kompetensi, maka lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri. Adapun untuk sertifikat kompetensi dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi, dan itu harus dilakukan oleh satu kelompok yang menamakan dirinya dari lembaga profesi dan telah mendapatkan izin berupa sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).”

Hal ini disampaikan Menristekdikti Prof.Dr.M. Nasir pada jumpa pers dengan awak media usai menjadi narasumber dalam acara Raker Pimpinan Perguruan Tinggi Vokasi yang berlangsung di kantor LLDIKTI, Kamis (18/4/2019).

Menurutnya, jangan sampai lembaga sertifikasi profesi yang dihasilkan usernya tidak tahu atau tidak mau menerima. Oleh karena itu, harus ada hubungan pada saat menetapkan Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), harus ada pula persetujuan dari pengguna.

Lebih lanjut Prof.Dr.H. Nasir menyarahkan, lembaga perguruan tinggi harus membangun kerjasama dengan industri sesuai masing-masing bidang, sehingga jangan sampai tidak adanya kerjasama.

 

“Dengan melakukan kerjasama, maka untuk dosen bidang vokasi dapat berasal dari kalangan industri, sebagaimana peraturan yang saya buat,  yakni 50% dari akademisi dan 50% dari industri.” tegasnya 

Sementara itu, Kepala LLDIKTI VI Prof.DYP.Sugiharto dalam pengantar pertemuan menjelaskan, dalam konteks global dibeberapa negara maju sudah terbukti dan teruji bahwa pendidikan vokasi merupakan institusi yang menjadi kontributor dalam peningkatan daya saing, sehingga negara yang perguruan tinggi vokasinya maju, bermutu dan relevan dengan dunia industri memiliki indeks daya saing yang tinggi pula.

Lebih jauh Ia mengatakan, dalam konteks Indonesia, perguruan tinggi dan atau program studi  vokasi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dunia industri, lulusannya selalu terserap. Bahkan, dari beberapa progdi lulusan yang dihasilkan setiap tahunnya selalu kurang dibandingkan dengan yang dibutuhkan oleh dunia industri. 

“Ini merupakan indikator bahwa perguruan tinggi vokasi Indonesia meski dalam aspek jumlah belum ideal dibandingkan perguruan tinggi progdi akademik, tetapi sangat potensial dalam mendongkrak daya saing bangsa Indonesia.” paparnya  

Tampak hadir dalam acara tersebut Dirjen Kelembagaan Iptek dan pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo, Sekretaris Ditjen Agus Indarjo, Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Totok Prasetyo, serta dari BAN-PT.

COMMUNITY

Materi Pelatihan