Thursday, August 22, 2019
   
TEXT_SIZE

Terinspirasi Nelson Mandela, Isman Mendunia

Semarang-lldikti6.ristekdikti.go.id - Meskipun berasal dari desa kecil di pesisir pantai Kabupaten Pekalongan, sosok Isman Habibillah tidak pernah surut semangatnya untuk belajar dan berjuang dalam merealisasikan cita-cita. Awal memasuki kuliah dirinya memperoleh fasilitas beasiswa Bidikmisi dari Kemenristekdikti, dengan mengambil jurusan/progdi Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.

“Di Unwahas menjadi tempat saya membangun pondasi pemikiran kritis, membentuk jati diri menjadi mahasiswa berkarakter, serta cepat tanggap terhadap perubahan.” ungkapnya

Isman mengaku selama berstatus mahasiswa senantiasa menyisihkan uang beasiswa yang diperoleh untuk keperluan membeli buku. Dirinya masih ingat betul buku pertama yang dibelinya, yaitu buku biografi Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan yang kemudian menjadi idolanya.

“Saya sangat terinspirasi dari kisah hidup Nelson Mandela yang berasal dari sebuah desa kecil bernama Mvezo di Afrika Selatan. Berkat kegigihannya tersebut seorang Nelson Mandela menjadi salah satu tokoh perubahan yang berpengaruh di dunia.” ungkapnya

Saat berinteraksi di lingkungan kampus, jika sedang tidak ada perkuliahan Isman menghabiskan waktu diorganisasi  Himpunan Mahasiswa jurusan, menonton pemutaran film dan sesekali membuat film bersama teman-temannya di UKM Kopos.  Menurutnya, aktivitas di luar jam kuliah sangat menyita waktu. Namun demikian, dengan bergabung di organisasi dan unit kegiatan mahasiswa justru menjadi kesempatan yang baik bagi dirinya untuk pengembangan diri dan mengasah kemampuan berpikir.

“Berkat kegiatan di luar kuliah, saya bisa mendapatkan berbagai kesempatan mengikuti kegiatan nasional dan internasional, beberapa diantaranya yakni Workshop Film Kemendikbud tingkat nasional 2016, delegasi Urban Youth Meeting yang diadakan oleh UN-Habitat 2015 di Surabaya, Yout Media Festival 2016.” aku Isman bangga.

Ia mengatakan, Ilmu Hubungan Internasional menurut dirinya sebuah ilmu yang menitikberatkan pada pisau analisis dan sudut pandang kita dalam melihat berbagai fenomena lintas batas negara. Sudut pandang ini tidak hanya dibentuk di dalam kelas, akan tetapi juga sangat dipengaruhi pengalaman dan aktivitas di luar kelas.

“Siapapun dapat menjadi aktor Hubungan Internasional dengan memulai dari apa yang melekat pada diri kita masing-masing. Kita tentu paham lagu “All You Need is Love” karya The Beatles yang sangat fenomenal, sehingga membuat masyarakat dunia menyadari pentingnya cinta guna menghindari perpecahan.” tegasnya

Ia menambahkan, John Lennon dan personil The Beatles juga yang lainnya memiliki sudut pandang tersendiri untuk merespon fenomena yang terjadi di dunia ini melalui musik. Terhadap apa yang dilakukan tersebut, merupakan kontribusi yang besar bagi dunia hingga sampai saat ini.

“Saya sangat bersyukur memiliki passion di bidang videografi dan belajar Hubungan Internasional. Saya menjadi memiliki sudut pandang yang unik terhadap ilmu hubungan internasional. Dari pengalaman tiga tahun berkuliah menjadikan saya stand out from the crowd dan menjadi daya tarik sendiri pada saat bertemu orang lain.” tuturnya

Dikatakan oleh Isman, pada semester tujuh dirinya mendapat kesempatan mengikuti program magang di INGO Global Peace Foundation selama tiga bulan. Di sana dirinya tidak hanya memperkaya dari sisi akademis, tetapi juga tertantang untuk mengembangkan kemampuan diri dalam membuat film/video. Alhasil, saya mendapat kesempatan pergi ke Manila di 2017 untuk mengikuti Global Peace Convention 2017 sebagai tim videographer.

Berkat capaian ini Isman diundang untuk mengikuti International Young Assembly 2017 di Negeri Paman Sam Amerika Serikat menjadi delegasi Indonesia guna berbagi pengalaman selama mengikuti program magang bersama delegasi dari negara lain.

“Disana saya bertemu dengan orang-orang dari berbagai Negara yang aku kagumi pencapaiannya. Mereka dari berbagai kalangan, seperti Musisi, Mantan Presiden, Tokoh Masyarakat yang kesemuannya memiliki visi dan misi yang sama membangun perdamaian dunia.” papar Isman

Masih menurut alumni Unwahas 2017 tersebut, usai kuliah dirinya bekerja di Global Peace Foundation Indonesia sebagai communication Coordinator dan mengunjungi berbagai tempat  di Indonesia hingga Seoul, Korea Selatan pada Maret 2019.

“Aktivitas saya yang lain adalah terlibat dalam sebuah produksi Film asal Amerika Serikat berjudul “Dancing Joy” sebagai Indonesia Liaison Production yang telah dilakukan pengambilan gambarnya pada Juli 2018 di kampung halaman saya Pekalongan.” katanya

Dijelaskan, film ini melibatkan 24 tarian dari seluruh dunia yang memiliki visi menyebarkan perdamaian melalui keragaman tari. Film ini akan dirilis pada tahun ini, diputar diberbagai Festival Film di berbagai negara.  Selain aktif dalam pembuatan film, Isman juga aktif di Youtobe untuk membuat konten yang diberi nama #IsmanTalk, seri video sharing pengalaman dan cerita sebagai salah satu cara dirinya menginspirasi dan berbagi pengalaman (Wid)

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan